Daerah

Hutan Lindung Bukit Daun Diduga Beralih Fungsi Jadi Kebun Sawit, Kades Penyangga Belum Beri Tanggapan

×

Hutan Lindung Bukit Daun Diduga Beralih Fungsi Jadi Kebun Sawit, Kades Penyangga Belum Beri Tanggapan

Sebarkan artikel ini
Foto Kebun Sawit di Bukit Daun Bengkulu Utara

Bengkulu Utara,Jejakkota.com – Dugaan alih fungsi kawasan Hutan Lindung Bukit Daun di Kabupaten Bengkulu Utara menjadi perkebunan kelapa sawit mencuat setelah hasil investigasi lapangan menemukan aktivitas yang mengarah pada pembukaan lahan secara ilegal.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah area di dalam kawasan hutan lindung tersebut diduga telah ditanami kelapa sawit dan sebagian di antaranya dilaporkan telah memasuki masa panen. Luas lahan yang diduga beralih fungsi itu diperkirakan mencapai puluhan hektare.

Sejumlah warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya menyebutkan bahwa kebun sawit tersebut dikenal masyarakat dengan sebutan milik “bos”. Namun, mereka tidak dapat memastikan secara rinci siapa pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan lahan tersebut.

“Kami sering dengar disebut kebun itu punya ‘bos’. Luasnya cukup besar, kemungkinan puluhan hektare,” ujar salah seorang warga.(08/04)

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada kepala desa penyangga di sekitar kawasan Bukit Daun melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan terkait temuan tersebut.

Kasus dugaan pembalakan liar dan alih fungsi kawasan hutan lindung ini berpotensi melanggar ketentuan perundang-undangan di bidang kehutanan dan lingkungan hidup. Selain berdampak pada kerusakan ekosistem, aktivitas tersebut juga dapat mengancam kelestarian kawasan hutan yang memiliki fungsi penting sebagai penyangga kehidupan.

Hingga kini, awak media masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait, termasuk pemerintah desa dan instansi berwenang, guna memastikan kebenaran serta tindak lanjut atas dugaan tersebut.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *