Daerah

Kapolda Bengkulu Tekankan Integritas dan Pencegahan kepada Personel Propam

×

Kapolda Bengkulu Tekankan Integritas dan Pencegahan kepada Personel Propam

Sebarkan artikel ini

BENGKULU – Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., memberikan arahan kepada personel Bidang Propam Polda Bengkulu dan jajaran untuk memperkuat integritas, disiplin, serta mengedepankan langkah pencegahan dalam menjalankan fungsi pengawasan internal Polri.

Arahan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Rupatama Awaloedin Djamin Lantai 3 Gedung Tribrata Polda Bengkulu, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kegiatan dihadiri Kabid Propam Polda Bengkulu Kombes Pol. Sugeng Pujihartono, S.E., M.H., Kasubdit Paminal, Kasubdit Watprof, Kasubdit Provost, Kaur Litpers, serta para Kasi Propam Polresta dan Polres jajaran Polda Bengkulu.

Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan lima penekanan yang perlu menjadi pedoman personel Propam dalam melaksanakan tugas.

Pertama, Propam diminta menjadi contoh atau role model bagi personel lainnya, terutama dalam hal disiplin, integritas, etika, penampilan, pelayanan, kepemimpinan, penggunaan media sosial, dan pola hidup sederhana.

“Rekan-rekan harus lebih disiplin. Etika, sikap tampang dan perilaku jadi yang terbaik. Jangan sampai penampilannya tidak seperti Propam atau Provost. Untuk gaya hidup tidak hedon, menjadi yang sederhana,” ujar Yudhi.

Kedua, Kapolda meminta penegakan disiplin dan kode etik dilakukan secara objektif, profesional dan proporsional. Personel Propam diingatkan untuk tidak mencari-cari kesalahan, berpihak, melakukan intervensi maupun menyalahgunakan kewenangan.

“Bila kita menindak dan melaksanakan tindakan kode etik, laksanakan secara objektif. Jangan mencari-cari kesalahan karena kita tidak ada yang sempurna,” katanya.

Ketiga, Kapolda mendorong jajaran Propam mengutamakan upaya pencegahan melalui lima pilar mitigasi, yakni mitigasi personel, organisasi, digital, pelayanan dan risiko.

Menurutnya, langkah pencegahan perlu diiringi pembinaan secara berkelanjutan agar potensi pelanggaran dapat diminimalkan sejak awal.

Keempat, seluruh personel Propam diminta menjaga marwah institusi. Kapolda menegaskan tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan wewenang, narkoba, perjudian, pungutan liar, kekerasan maupun tindakan lain yang dapat mencederai nama baik Polri.

“Teman-teman bisa menjaga marwah Polri, dan kita harus bersyukur sudah menjadi anggota Polri. Jadilah Propam yang menjaga institusi, karena itu adalah kehormatan yang tertinggi. Sama-sama menjaga institusi ini agar tetap dipercaya oleh masyarakat,” tegasnya.

Kelima, Kapolda meminta Propam ikut membangun kepercayaan publik. Setiap tindakan pengawasan, kata dia, harus diarahkan untuk memperkuat legitimasi dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Selain itu, Yudhi secara khusus mengingatkan jajaran untuk mencegah personel memasuki tempat hiburan malam serta meningkatkan pengawasan melalui kegiatan pemeriksaan atau razia sesuai ketentuan yang berlaku.

“Tolong ingatkan anggota agar tidak masuk ke tempat hiburan malam. Tolong diingatkan anggota dan juga jangan bosan-bosan adanya razia ke tempat hiburan malam,” ujar Kapolda.

Kapolda berharap seluruh penekanan tersebut dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Menurutnya, Propam sebagai fungsi pengawasan internal harus mampu menjadi teladan sekaligus menjaga profesionalisme dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan ditutup dengan foto bersama.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *