BENGKULU UTARA – Polres Bengkulu Utara terus mendalami kasus penusukan yang mengakibatkan empat pelajar asal Desa Gunung Selan, Kecamatan Arga Makmur, mengalami luka-luka saat malam puncak perayaan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Bengkulu Utara, Rabu (8/7/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi di sekitar lokasi pentas seni budaya tersebut kini menjadi perhatian serius jajaran Polres Bengkulu Utara. Satreskrim Polres Bengkulu Utara langsung melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian.
Sesaat setelah menerima laporan, Tim Opsnal bersama Unit Identifikasi Satreskrim diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi saat insiden terjadi.
Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Barang bukti itu kini diamankan di Mapolres Bengkulu Utara untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Kautsar Ali, turut mengunjungi para korban yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arga Makmur. Dalam kunjungan tersebut, Kapolres memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarga serta memastikan para korban mendapatkan pelayanan medis yang optimal.
“Kami mendoakan agar adik-adik kita segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas. Terkait perkara ini, kami pastikan Polres Bengkulu Utara berkomitmen mengusutnya secara tuntas, transparan, profesional, dan berkeadilan. Tim penyidik saat ini terus bekerja untuk mengungkap seluruh fakta dan motif di balik kejadian tersebut,” ujar AKBP Bakti Kautsar Ali.
Polres Bengkulu Utara juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi maupun spekulasi yang beredar di media sosial.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Polisi belum mengungkap identitas maupun pihak yang diduga terlibat karena proses penyelidikan masih berlangsung.(***)
