Bengkulu Utara,Jejakkota.com — Puluhan warga Desa Kuro Tidur, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, mengeluhkan lambannya layanan pemasangan internet IndiHome oleh PT Telkom Indonesia. Warga mengaku harus menunggu hingga satu tahun tanpa kepastian sejak pengajuan dilakukan.
Keluhan tersebut disampaikan warga setelah jaringan yang dijanjikan belum juga terpasang meski pengajuan telah dilakukan sejak awal tahun sebelumnya. Sejumlah alasan disebutkan oleh petugas di lapangan, mulai dari lambannya proses administrasi hingga perbedaan tanggung jawab antar divisi.
Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan komitmen manajemen Telkom wilayah Bengkulu yang sebelumnya menyampaikan upaya penguatan infrastruktur digital bagi masyarakat. Komitmen tersebut kerap disampaikan melalui berbagai platform digital, namun dinilai belum terealisasi secara optimal di lapangan.
Salah satu warga, Ismail Yugo, mengaku kecewa dengan lamanya proses pemasangan tersebut. Ia berharap Telkom dapat memperbaiki kualitas layanan kepada masyarakat.
“Kami sudah menunggu hampir satu tahun. Harapannya pelayanan bisa diperbaiki dan komitmen yang disampaikan benar-benar diwujudkan,” ujarnya.(09/04)
Hingga berita ini diturunkan, pihak Plasa Telkom Arga Makmur belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga. Saat dikonfirmasi, perwakilan staf hubungan antar instansi Telkom Bengkulu, Anggi, menyatakan layanan telah tersedia bagi masyarakat.
“Layanan sudah berjalan dan masyarakat dapat melakukan pemasangan. Untuk informasi lebih lanjut bisa datang ke kantor Bengkulu di Simpang Lima,” ujarnya singkat.
Namun, Anggi tidak menjelaskan secara rinci terkait lamanya proses pemasangan yang dikeluhkan warga.
Secara terpisah, mitra teknis Telkom di Bengkulu, Manap Aziz, menyebut keterlambatan pemasangan salah satunya disebabkan oleh faktor anggaran yang belum sepenuhnya tersedia.
“Di beberapa wilayah memang terkendala anggaran dari pusat. Saat ini tinggal proses penanaman sistem, diperkirakan dalam satu minggu ke depan masyarakat sudah bisa mendaftar,” jelasnya.
Warga berharap permasalahan ini segera ditangani agar akses internet yang menjadi kebutuhan penting dapat segera dinikmati secara merata.(Cir)
